460 Bulan Lagi, Sudah Sejauh Apa Mimpiku Terwujud?

Sebelum menulis artikel ini gua sempet menonton salah satu podcast raditya dika bareng Timoty Ronald. yap.. meskipun banyak orang berkata timoty ronald banyak bermasalah seyogyanya manusia kita hanya bisa mengambil hal bermanfaat apa yang kita bisa ambil dari pembelajaran ini.

Salah satu hal yang paling gua ingat adalah sebenarnya kita hidup di Dunia ini tuh ada batasnya. meskipun kita berada di tahun sekarang yang katanya AI ada di mana-mana namanya umur tetap segitu.

Kita hanya diberi jatah sekitar 753 bulan / 63 tahun, lebih dari pada ini adalah bonus. gua udah menjalani hidup hidup ini sekitar 39,1% atau sekitar 295 bulan. yap gua belum setengahnya menjalani hidup.

dan Sisa umur gua yang tinggal 460 bulan ini akan gua gunakan untuk apa sih. namanya manusia hidup pastinya gak mau hanya berputar pada:

  1. Lahir
  2. Lulus Pendidikan
  3. Kerja
  4. Menikah
  5. Punya Anak
  6. Meninggal

Ya itu adalah basic life. gua percaya tuhan menciptakan manusia berpasang – pasangan. gua juga percaya jodoh itu salah satu bentuk takdir ikhtiar. entah kenapa banyak banget meski di umur 24 ini banyak yang nanya. toh meskipun gua ada rencana menikah gak bakalan juga aku kasih tahu kalau bukan keluarga paling dekat.

Tujuan kita itu menikah dan cara menjemput menikah, mungkin beragam caranya. tetapi aku selalu yakin kalau dari kita memang sudah siap, pastinya ada Jalan.

Dari sisa umur gua ini harus bisa menghindari beberapa daftar yang kayak gengsian, dan lain sebagainnya:

7 Sifat yang Harus Kita Buang buat 460 bulan

  1. Gengsi (Ego) : Mulai berhenti malu kalau mau memulai bisnis kecil, menawarkan jasa, atau hidup sederhana meskipun sudah memiliki penghasilan.
  2. Malu Membangun networking: Lebih berani buat menghubungi orang baru, datang ke acara networking, bertanya, dan memperkenalkan kemampuanmu.
  3. Takut ditolak: Jangan terlalu memikirkan penolakan ketika melamar pekerjaan, menawarkan jasa, negosiasi gaji, atau mencari klien.
  4. Konsumtif dan haus validasi: Berhenti membeli sesuatu hanya untuk terlihat sukses. Utamakan aset produktif dibanding simbol kekayaan.
  5.  Menunda-nunda (procrastination): Jangan terus menunggu waktu sempurna. Biasakan mengeksekusi ide kecil dan mengevaluasi hasilnya.
  6. Berpikir jangka pendek: Jangan hanya mengejar uang hari ini. Mulai pikirkan kemampuan, reputasi, bisnis, dan investasi yang nilainya bisa berkembang 5–10 tahun (60 bulan).
  7. Takut keluar dari zona nyaman: Berani mengambil tantangan, belajar menjual, meningkatkan tarif, dan mencoba peluang baru dengan risiko yang terukur.
Gabung channel Telegram IrhanHisyam.com

5 Sifat Penting Buat Kita Menjadi Manusia Bertumbuh

1. Tidak malu membangun relasi

Berani menghubungi profesional, founder, atau pemilik bisnis. Bukan sekadar meminta pekerjaan, tetapi menawarkan nilai dan membangun hubungan jangka panjang.

2. Tidak gengsi hidup sederhana

Penghasilan bertambah bukan berarti gaya hidup harus langsung naik. Selisihnya bisa dialokasikan untuk dana darurat, investasi, dan modal usaha.

3. Agresif meningkatkan kemampuan menghasilkan uang

Jangan hanya bertanya bagaimana menghemat Rp100 ribu. Tanyakan juga bagaimana keahlianmu bisa menghasilkan tambahan Rp1 juta, Rp5 juta, hingga Rp10 juta per bulan secara berkelanjutan.

4. Memiliki mentalitas pemilik aset (ownership)

Jangan selamanya hanya menjual waktu. Bangun sesuatu yang memiliki nilai ekonomi, misalnya website, produk digital, jasa berlangganan, atau bisnis yang dapat berkembang.

5. Mampu mengendalikan ego dan emosi

Berani mengakui kesalahan, menunda kepuasan, tidak mudah FOMO, dan mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar dorongan sesaat.

Balapan Karier: Siapa yang Paling Berpotensi Kaya di Usia 35?

Gua bukan bermaksud membandingkan, tetapi lebih realistis saja dalam memilih karir. Pastinya setiap profesi dan karir pastinya ada trade off tersendiri:

Gambaran untuk saving, ini hanya sebuah simulasi perhitungan pastinya akan banyak hal ketidak pastian. seperti bisnis itu memang gak bisa dibuat kayak gitu:

Kenapa bisnis bisa jauh lebih tinggi?

Skenario scale-up mengasumsikan laba bersih yang dapat diambil pemilik meningkat dari Rp4 juta/bulan pada usia 25 menjadi Rp20 juta pada usia 30 dan Rp85 juta pada usia 35. Angka Rp85 juta adalah ilustrasi hasil ekspansi yang berhasil, bukan estimasi pendapatan yang lazim atau pasti dicapai pengusaha.

Sedangkan pada skenario bisnis biasa, penghasilan usia 35 hanya Rp24 juta per bulan. Pada skenario tersendat, pernah tidak menghasilkan laba sama sekali.

Perbedaan mendasarnya

KaryawanPemilik bisnis
Penghasilan bergantung pada kompensasi kerjaPenghasilan bergantung pada keuntungan usaha
Pertumbuhan melalui promosi dan kenaikan gajiPertumbuhan melalui penjualan, kapasitas, margin, dan ekspansi
Pendapatan lebih mudah diproyeksikanPendapatan lebih fluktuatif dan bisa negatif
Tidak otomatis mempunyai nilai kepemilikan usahaBerpotensi memiliki ekuitas bisnis yang bernilai

Poin paling penting: Grafik ini baru menghitung akumulasi penghasilan pribadi. Nilai bisnis yang dimiliki, seperti aset produktif atau nilai jual perusahaan, belum dimasukkan. Sebaliknya, risiko kehilangan modal dan kerugian usaha juga belum dihitung.

Jadi perbedaan kuadran memang penting, tetapi memiliki bisnis tidak otomatis membuat seseorang lebih kaya daripada karyawan. Yang menentukan adalah seberapa menguntungkan, berkelanjutan, dan bisa diskalakan bisnis tersebut.

Irhan Hisyam Dwi Nugroho, S.Kom.

SEO professional with 2+ years of experience in keyword research, content strategy, on-page SEO, and organic performance analysis. Experienced in developing search-focused content, identifying growth opportunities, and using data to improve visibility, traffic, and overall content performance.