Cara Follow Up Interview Kerja via WhatsApp

25 Cara Follow Up Interview Kerja via WhatsApp yang Sopan

Sudah selesai interview kerja, tetapi belum mendapatkan kabar dari HRD sampai sekarang? Situasi seperti ini pasti bikin kamu penasaran, apalagi kalau posisi tersebut merupakan pekerjaan pertama atau perusahaan yang sudah lama kamu incar.

Daripada terus menunggu tanpa kepastian, kamu bisa mencoba cara follow up interview kerja via WhatsApp untuk menanyakan perkembangan rekrutmen.

Namun, ada etika dan waktu yang perlu diperhatikan agar pesanmu tetap profesional dan tidak terkesan memaksa.


Apa Itu Follow Up Interview Kerja?

Follow up interview kerja adalah tindakan menghubungi kembali perekrut atau HRD setelah mengikuti wawancara untuk menyampaikan apresiasi, menanyakan perkembangan seleksi, atau memastikan tahapan rekrutmen berikutnya.

Biasanya, follow up dilakukan melalui email atau WhatsApp, bergantung pada saluran komunikasi yang digunakan perusahaan.

Misalnya, kamu sudah mengikuti wawancara untuk posisi Digital Marketing pada hari Senin, tetapi belum mendapatkan informasi mengenai hasil seleksi hingga minggu berikutnya.

Dalam kondisi tersebut, kamu dapat mengirimkan pesan singkat kepada HRD untuk menanyakan apakah sudah ada perkembangan terbaru.

Namun, sebaiknya WhatsApp digunakan jika HRD memang telah menghubungimu melalui aplikasi tersebut atau mengizinkan komunikasi melalui nomor yang diberikan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up Interview?

Sebelum menghubungi HRD, kamu perlu mempertimbangkan waktu pengiriman pesan. Jangan sampai terlalu cepat meminta hasil seleksi ketika perusahaan masih melakukan wawancara kandidat lainnya.

Berikut panduan waktu yang bisa digunakan:

SituasiWaktu yang Disarankan
Mengucapkan terima kasihDalam 24 jam setelah wawancara
Belum ada informasi hasilSekitar 5–7 hari kerja
Melewati jadwal pengumumanTunggu sekitar 1–2 hari kerja
Belum dibalas setelah follow up pertamaBeri jeda sekitar satu minggu atau lebih
Mendapat tawaran dari perusahaan lainHubungi segera jika ada tenggat keputusan

Waktu tersebut bukan aturan mutlak. Jika HRD sudah memberikan jadwal pengumuman tertentu, utamakan jadwal tersebut.

Sebaiknya kirim pesan pada jam kerja perusahaan dan hindari menghubungi HRD berulang kali dalam satu hari.

25 Cara Follow Up Interview Kerja via WhatsApp yang Sopan

Berikut 25 contoh pesan WhatsApp yang bisa kamu gunakan berdasarkan situasi rekrutmen. Setiap contoh dapat disesuaikan menggunakan nama HRD, posisi pekerjaan, tanggal wawancara, dan nama perusahaan.

A. Contoh Follow Up Setelah Interview Kerja

1. Follow Up Interview untuk Mengucapkan Terima Kasih

“Selamat pagi, Kak [Nama HRD]. Terima kasih atas kesempatan wawancara untuk posisi [Nama Posisi] kemarin. Saya sangat menghargai waktu dan informasi yang telah diberikan. Semoga saya bisa melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.”

2. Follow Up Setelah Interview Online

“Selamat siang, Kak [Nama]. Saya [Nama Kandidat], peserta wawancara daring untuk posisi [Nama Posisi]. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Saya semakin tertarik dengan posisi tersebut dan menantikan informasi tahapan berikutnya.”

3. Follow Up Setelah Interview Tatap Muka

“Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama]. Terima kasih telah memberikan kesempatan wawancara secara langsung pada [Tanggal]. Saya senang bisa mengenal lebih jauh mengenai posisi [Nama Posisi] dan lingkungan kerja di [Perusahaan].”

4. Follow Up Setelah Interview dengan User

“Selamat sore, Kak [Nama HRD]. Saya [Nama Kandidat], yang mengikuti wawancara dengan tim [Departemen] kemarin. Terima kasih atas kesempatannya. Saya ingin menyampaikan bahwa saya tetap tertarik untuk bergabung dan menantikan informasi selanjutnya.”

5. Follow Up Setelah Technical Interview

“Selamat pagi, Kak [Nama]. Terima kasih atas kesempatan mengikuti wawancara teknis untuk posisi [Nama Posisi]. Diskusi mengenai [Topik yang Dibahas] sangat menarik. Saya berharap dapat berkontribusi dengan kemampuan yang saya miliki.”

B. Contoh Chat Menanyakan Hasil Interview ke HRD

6. Follow Up Interview Setelah 5 Hari Kerja

“Selamat pagi, Kak [Nama]. Perkenalkan, saya [Nama Kandidat], peserta wawancara posisi [Nama Posisi] pada [Tanggal]. Mohon izin menanyakan apakah sudah ada perkembangan terbaru mengenai proses seleksi. Terima kasih sebelumnya.”

7. Follow Up Setelah Jadwal Pengumuman Terlewat

“Selamat siang, Kak [Nama]. Sebelumnya diinformasikan bahwa hasil seleksi posisi [Nama Posisi] akan diumumkan pada [Tanggal]. Mohon izin menanyakan apakah sudah ada pembaruan mengenai proses tersebut. Terima kasih, Kak.”

8. Follow Up Interview Setelah Satu Minggu

“Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama]. Saya ingin menanyakan perkembangan proses rekrutmen posisi [Nama Posisi] yang saya ikuti minggu lalu. Saya masih sangat tertarik dengan kesempatan tersebut. Terima kasih atas waktu dan informasinya.”

9. Follow Up Interview Setelah Dua Minggu

“Selamat sore, Kak [Nama]. Saya [Nama Kandidat], yang mengikuti wawancara pada [Tanggal]. Karena sudah sekitar dua minggu sejak wawancara, saya ingin memastikan apakah proses seleksi masih berlangsung. Terima kasih atas informasinya.”

10. Follow Up Setelah Interview Tahap Akhir

“Selamat pagi, Kak [Nama]. Terima kasih atas kesempatan mengikuti wawancara tahap akhir posisi [Nama Posisi]. Mohon izin menanyakan apakah sudah ada informasi mengenai keputusan akhir atau perkiraan jadwal pengumuman. Terima kasih banyak.”

C. Contoh Follow Up Tahapan Seleksi dan Dokumen

11. Follow Up Jadwal Interview Berikutnya

“Selamat pagi, Kak [Nama]. Saya ingin memastikan apakah sudah ada informasi mengenai jadwal wawancara tahap berikutnya untuk posisi [Nama Posisi]. Saya siap menyesuaikan waktu sesuai jadwal yang ditentukan perusahaan. Terima kasih.”

12. Follow Up Konfirmasi Jadwal Interview

“Selamat siang, Kak [Nama]. Saya [Nama Kandidat], ingin memastikan jadwal wawancara lanjutan pada [Tanggal] pukul [Jam]. Apakah jadwal tersebut masih sesuai? Terima kasih atas konfirmasinya.”

13. Follow Up Setelah Mengerjakan Tes Rekrutmen

“Selamat pagi, Kak [Nama]. Saya telah menyelesaikan tes rekrutmen untuk posisi [Nama Posisi] pada [Tanggal]. Mohon izin menanyakan apakah hasil tes sudah diterima dan apakah ada informasi mengenai tahapan selanjutnya. Terima kasih.”

14. Follow Up Setelah Mengirim Portofolio

“Selamat siang, Kak [Nama]. Menindaklanjuti permintaan portofolio setelah wawancara, saya telah mengirimkannya melalui [Media Pengiriman]. Mohon izin memastikan apakah berkasnya sudah diterima dengan baik. Terima kasih.”

15. Follow Up Kelengkapan Dokumen

“Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama]. Saya ingin memastikan apakah dokumen tambahan yang saya kirimkan pada [Tanggal] sudah diterima. Apabila masih terdapat persyaratan yang perlu dilengkapi, saya siap menindaklanjutinya. Terima kasih.”

D. Contoh Follow Up Berdasarkan Jenis Pekerjaan

16. Follow Up Interview Magang

“Selamat pagi, Kak [Nama]. Saya [Nama Kandidat], yang mengikuti wawancara program magang [Nama Posisi]. Mohon izin menanyakan perkembangan seleksi karena saya masih sangat tertarik mengikuti program tersebut. Terima kasih, Kak.”

17. Follow Up Interview untuk Fresh Graduate

“Selamat siang, Kak [Nama]. Saya [Nama Kandidat], lulusan [Program Studi] yang mengikuti wawancara posisi [Nama Posisi]. Saya ingin menanyakan apakah sudah ada informasi mengenai hasil seleksi. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.”

18. Follow Up Interview Kerja Part Time

“Selamat pagi, Kak [Nama]. Saya ingin menanyakan perkembangan seleksi untuk posisi part-time [Nama Posisi]. Saya masih memiliki ketersediaan waktu sesuai jadwal yang sebelumnya telah didiskusikan. Terima kasih atas informasinya.”

19. Follow Up Interview Freelance

“Selamat siang, Kak [Nama]. Saya ingin menindaklanjuti diskusi mengenai kesempatan kerja sama freelance [Nama Proyek]. Apakah sudah ada keputusan terkait kandidat atau tahapan berikutnya? Saya masih tertarik untuk berkolaborasi. Terima kasih.”

20. Follow Up Interview Kerja Remote

“Selamat pagi, Kak [Nama]. Saya [Nama Kandidat], peserta wawancara posisi [Nama Posisi] dengan sistem kerja remote. Mohon izin menanyakan perkembangan seleksi dan perkiraan jadwal tahapan berikutnya. Terima kasih atas waktunya.”

E. Contoh Follow Up Interview untuk Situasi Khusus

21. Follow Up Saat HRD Mengatakan Seleksi Masih Berlangsung

“Selamat pagi, Kak [Nama]. Terima kasih atas informasi sebelumnya mengenai proses seleksi yang masih berjalan. Saya ingin menanyakan apakah sudah ada perkembangan terbaru untuk posisi [Nama Posisi]. Saya tetap menantikan kabar selanjutnya.”

22. Follow Up Ketika Pengumuman Diundur

“Selamat siang, Kak [Nama]. Saya memahami bahwa jadwal pengumuman seleksi mengalami penyesuaian. Mohon izin menanyakan apakah sudah tersedia perkiraan jadwal terbaru. Terima kasih atas informasi dan kesempatannya.”

23. Follow Up Kedua Karena Pesan Belum Dibalas

“Selamat pagi, Kak [Nama]. Mohon izin menindaklanjuti pesan saya sebelumnya mengenai hasil wawancara posisi [Nama Posisi]. Apabila sudah ada perkembangan, saya sangat menghargai informasinya. Terima kasih atas waktu Kakak.”

24. Follow Up Karena Mendapat Tawaran Kerja Lain

“Selamat siang, Kak [Nama]. Saya ingin menanyakan perkembangan seleksi posisi [Nama Posisi]. Saat ini saya mendapatkan tawaran dari perusahaan lain dengan batas konfirmasi [Tanggal], tetapi saya masih tertarik dengan kesempatan di [Perusahaan]. Apakah memungkinkan mendapatkan informasi mengenai perkiraan keputusan seleksi? Terima kasih.”

25. Follow Up Terakhir untuk Memastikan Status Lamaran

“Selamat pagi, Kak [Nama]. Saya ingin menanyakan kembali status seleksi posisi [Nama Posisi] yang saya ikuti pada [Tanggal]. Apabila proses seleksi sudah selesai atau posisi telah terisi, saya sangat menghargai konfirmasinya. Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan.”

Contoh-contoh tersebut tidak perlu dikirimkan semuanya. Pilih satu pesan yang paling sesuai dengan situasimu, kemudian sesuaikan isinya agar tidak terkesan menggunakan pesan otomatis.

Bagaimana Cara Follow Up Interview agar Terlihat Profesional?

Selain menggunakan contoh chat yang sopan, kamu perlu memperhatikan struktur pesan yang dikirimkan.

Berikut langkah sederhana yang bisa diikuti.

  1. Awali dengan salam. Gunakan “Selamat pagi” atau “Selamat siang” sesuai waktu pengiriman.
  2. Perkenalkan identitas. Cantumkan nama lengkap dan posisi yang dilamar agar HRD mudah mengenali kamu.
  3. Sebutkan waktu wawancara. Informasi tanggal membantu HRD menemukan data lamaranmu.
  4. Sampaikan tujuan secara langsung. Tanyakan perkembangan seleksi tanpa memberikan kesan menuntut jawaban segera.
  5. Akhiri dengan ucapan terima kasih. Gunakan penutup yang singkat dan profesional.

Kalau sebelumnya HRD menggunakan sapaan “Kak”, kamu bisa mengikuti gaya komunikasi tersebut. Namun, apabila belum mengenal perekrut, penggunaan “Bapak/Ibu” menjadi pilihan yang lebih formal.

Kesalahan Saat Follow Up Interview Kerja

Meskipun menanyakan perkembangan lamaran merupakan hal yang wajar, beberapa kebiasaan justru dapat membuat pesan terlihat kurang profesional.

Hindari kesalahan berikut:

  • Mengirim pesan terlalu sering. Jangan menghubungi HRD setiap hari hanya untuk menanyakan hasil yang sama.
  • Menggunakan kalimat menuntut. Hindari pesan seperti “Kapan saya diterima?” atau “Kenapa belum ada jawaban?”
  • Tidak memperkenalkan diri. HRD bisa menangani banyak kandidat sekaligus sehingga informasi identitas sangat membantu.
  • Menghubungi di luar jam kerja. Sebaiknya hindari pesan larut malam atau hari libur, kecuali memang diminta.
  • Mengirim pesan terlalu panjang. Fokus pada tujuan utama agar HRD mudah memahami pertanyaanmu.
  • Menghubungi nomor pribadi tanpa izin. Gunakan WhatsApp hanya apabila memang menjadi saluran komunikasi rekrutmen yang sesuai.

Jika pesan pertama tidak dibalas, berikan jeda yang wajar sebelum mengirim pengingat. Setelah satu atau dua pengingat tanpa respons, sebaiknya lanjutkan pencarian pekerjaan lainnya daripada terus mengirim pesan.

Pertanyaan Seputar Follow Up Interview Kerja

Apakah boleh follow up interview lewat WhatsApp?

Boleh, terutama apabila perusahaan sebelumnya menggunakan WhatsApp untuk mengatur jadwal wawancara atau berkomunikasi dengan kandidat. Jika komunikasi dilakukan melalui email, sebaiknya gunakan saluran tersebut terlebih dahulu.

Berapa hari setelah interview boleh menghubungi HRD?

Untuk menanyakan hasil seleksi, kamu bisa menunggu sekitar 5–7 hari kerja jika tidak ada jadwal pengumuman. Namun, apabila HRD sudah memberikan perkiraan waktu, tunggu hingga waktu tersebut terlewati.

Bagaimana cara menanyakan hasil interview dengan sopan?

Perkenalkan diri, sebutkan posisi serta tanggal wawancara, kemudian tanyakan apakah sudah ada perkembangan seleksi. Akhiri dengan ucapan terima kasih tanpa meminta jawaban secara mendesak.

Apakah HRD yang tidak membalas berarti kita ditolak?

Belum tentu. Proses rekrutmen bisa membutuhkan waktu karena perusahaan masih melakukan wawancara, mengevaluasi kandidat, atau menunggu keputusan internal.

Namun, tidak adanya respons juga bukan jaminan bahwa kamu masih dipertimbangkan. Karena itu, tetap lanjutkan pencarian kesempatan kerja lainnya.

Apakah boleh follow up interview lebih dari sekali?

Boleh selama dilakukan dengan jeda yang wajar dan tetap menghormati aturan komunikasi perusahaan. Jika sudah mengirim beberapa pesan tanpa balasan, sebaiknya hentikan pengingat dan fokus pada peluang lainnya.


Kesimpulan

Melakukan follow up interview kerja via WhatsApp merupakan salah satu cara untuk menanyakan perkembangan rekrutmen sekaligus menunjukkan ketertarikan terhadap posisi yang dilamar. Namun, pastikan pesan dikirim pada waktu yang tepat, menggunakan bahasa sopan, serta mencantumkan identitas dan tujuan secara jelas.

Dari 25 cara follow up interview kerja via WhatsApp di atas, kamu bisa memilih contoh yang paling sesuai dengan situasi lamaranmu. Ingat, menghubungi HRD secara profesional bukan berarti harus mendapatkan jawaban saat itu juga, jadi tetap bersabar sambil membuka peluang pekerjaan lainnya.

Irhan Hisyam Dwi Nugroho, S.Kom.

SEO professional with 2+ years of experience in keyword research, content strategy, on-page SEO, and organic performance analysis. Experienced in developing search-focused content, identifying growth opportunities, and using data to improve visibility, traffic, and overall content performance.