
HIMA Adalah: Pengertian, Fungsi, Struktur & Tugasnya
Kalau kamu mahasiswa baru, istilah HIMA mungkin sering terdengar saat masa pengenalan kampus atau open recruitment. Kamu juga mungkin pernah bertanya, sebenarnya HIMA itu ngapain saja?
HIMA adalah organisasi mahasiswa di tingkat program studi atau jurusan yang menjalankan berbagai kegiatan dan menampung aspirasi mahasiswa. Organisasi ini juga bisa menjadi tempat untuk belajar kerja tim, komunikasi, dan kepemimpinan.
Kalau kamu ingin tahu lebih jelas tentang fungsi, struktur, tugas, program kerja, dan manfaat ikut HIMA, yuk baca pembahasannya sampai akhir.
Apa Itu HIMA?
HIMA adalah singkatan dari Himpunan Mahasiswa, yaitu organisasi mahasiswa yang biasanya berada di tingkat program studi atau jurusan. Organisasi ini menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa dari bidang studi yang sama untuk berkegiatan, menyampaikan aspirasi, dan mengembangkan kemampuan di luar kelas.
Sebagai contoh, mahasiswa Sistem Informasi mungkin mempunyai Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi. Begitu juga mahasiswa Manajemen, Akuntansi, Teknik Informatika, atau program studi lainnya dapat memiliki himpunan masing-masing tergantung struktur organisasi di kampus.
HIMA biasanya lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa dalam satu program studi karena anggota dan program kerjanya banyak berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa di bidang tersebut. Namun, nama serta struktur organisasinya bisa berbeda pada setiap perguruan tinggi.
Baca Juga: Apa Itu Himpunan Mahasiswa? Pengertian, Fungsi, dan Tugasnya
Apa Kepanjangan HIMA?
Kepanjangan HIMA adalah Himpunan Mahasiswa. Di beberapa kampus, nama organisasi bisa ditambahkan dengan nama program studi atau jurusan, seperti HIMA Sistem Informasi, HIMA Manajemen, atau HIMA Pendidikan Bahasa Inggris.
Ada juga perguruan tinggi yang menggunakan singkatan berbeda untuk organisasi pada tingkat program studi. Karena itu, kamu mungkin menemukan istilah HMJ, HMPS, HMS, atau nama lainnya meskipun fungsi organisasinya cukup mirip.
Jadi, ketika mendengar istilah HIMA, kamu bisa memahaminya sebagai organisasi yang menaungi mahasiswa dalam lingkup akademik tertentu. Detail struktur dan kewenangannya tetap perlu disesuaikan dengan aturan di kampus masing-masing.
Apa Fungsi HIMA di Kampus?
HIMA tidak hanya berfungsi sebagai organisasi yang membuat acara mahasiswa. Ada beberapa peran yang biasanya dijalankan untuk mendukung mahasiswa dalam satu program studi atau jurusan.
1. Menjadi Wadah Aspirasi Mahasiswa
Salah satu fungsi HIMA adalah membantu menampung aspirasi mahasiswa di tingkat program studi. Aspirasi tersebut dapat berkaitan dengan kegiatan akademik, fasilitas, pelayanan, maupun berbagai kebutuhan mahasiswa lainnya.
Misalnya, mahasiswa mempunyai masukan mengenai jadwal kegiatan, fasilitas laboratorium, atau program pengembangan mahasiswa. HIMA dapat membantu mengumpulkan aspirasi tersebut untuk dibahas bersama pihak terkait sesuai mekanisme yang berlaku di kampus.
2. Menjalankan Program Kerja Mahasiswa
HIMA biasanya memiliki sejumlah program kerja yang disusun untuk satu periode kepengurusan. Program tersebut dapat dibuat berdasarkan kebutuhan mahasiswa, visi organisasi, hingga karakteristik bidang studi.
Bentuk kegiatannya bisa berupa seminar, kompetisi, pelatihan, kegiatan sosial, hingga program pengembangan akademik. Setiap divisi biasanya memiliki tanggung jawab terhadap program tertentu.
3. Membantu Pengembangan Akademik
Karena berada dekat dengan program studi, HIMA cukup sering membuat kegiatan yang berhubungan dengan bidang akademik mahasiswa. Misalnya, seminar keilmuan, pelatihan perangkat lunak, diskusi mata kuliah, atau berbagi informasi mengenai lomba.
Mahasiswa baru juga bisa mendapatkan manfaat dari program seperti mentoring atau diskusi bersama kakak tingkat. Kegiatan tersebut dapat membantu mahasiswa lebih cepat memahami lingkungan akademik di jurusannya.
4. Mengembangkan Soft Skill
Aktivitas organisasi memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar melalui praktik langsung. Kamu bisa melatih kemampuan komunikasi, kerja tim, kepemimpinan, problem solving, sampai time management.
Kemampuan tersebut cukup relevan ketika nantinya kamu mengikuti magang atau memasuki pekerjaan pertama. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berkoordinasi dan menyelesaikan tugas bersama orang lain.
5. Membangun Relasi Antarmahasiswa
HIMA mempertemukan mahasiswa dari berbagai angkatan dalam satu program studi. Kamu bisa mengenal kakak tingkat, teman satu angkatan, maupun adik tingkat melalui berbagai kegiatan organisasi.
Relasi tersebut dapat berguna untuk bertukar informasi mengenai kuliah, lomba, magang, atau kegiatan lainnya. Selain itu, HIMA juga dapat berkolaborasi dengan organisasi mahasiswa dari jurusan maupun kampus lain.
Bagaimana Struktur Organisasi HIMA?

Struktur HIMA tidak selalu sama di setiap kampus. Ada organisasi yang menggunakan istilah ketua dan kepala bidang, sementara organisasi lain menggunakan koordinator, departemen, atau divisi.
Secara umum, struktur HIMA dapat terdiri dari:
- Ketua
- Wakil Ketua
- Sekretaris
- Bendahara
- Departemen atau bidang
- Divisi atau staf
Jumlah departemen biasanya menyesuaikan kebutuhan organisasi. Semakin banyak program dan anggota, struktur HIMA juga bisa semakin kompleks.
1. Ketua dan Wakil Ketua
Ketua bertanggung jawab memimpin organisasi serta mengoordinasikan arah kepengurusan. Ketua juga menjadi salah satu pihak yang berkomunikasi dengan pengurus, mahasiswa, pihak program studi, maupun organisasi lain.
Wakil ketua membantu menjalankan koordinasi organisasi dan mendukung ketua dalam berbagai tanggung jawab. Pembagian tugas keduanya dapat berbeda tergantung sistem yang digunakan.
2. Sekretaris dan Bendahara
Sekretaris biasanya menangani kebutuhan administrasi seperti surat-menyurat, notulensi rapat, arsip, dan dokumentasi organisasi. Sementara itu, bendahara bertanggung jawab terhadap pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan anggaran program kerja.
Kedua bagian ini cukup penting karena organisasi membutuhkan administrasi dan keuangan yang tertata. Program kerja yang bagus tetap memerlukan pencatatan agar dapat berjalan dan dipertanggungjawabkan dengan baik.
3. Departemen atau Divisi
HIMA biasanya membagi pekerjaan ke dalam beberapa bidang sesuai kebutuhan. Setiap bidang mempunyai fokus dan program kerja yang berbeda.
Contoh divisi yang sering ditemukan antara lain:
- Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa
- Pendidikan dan Keilmuan
- Hubungan Masyarakat
- Media dan Informasi
- Minat dan Bakat
- Sosial Masyarakat
- Kewirausahaan
- Hubungan Eksternal
Nama departemennya dapat berbeda di setiap organisasi. Hal yang lebih penting adalah pembagian tanggung jawabnya jelas sehingga anggota memahami apa yang perlu dikerjakan.
Baca Juga: 850+ Nama Kabinet Himpunan Mahasiswa Terbaik 2026
Apa Saja Tugas HIMA?
Tugas HIMA mengikuti visi organisasi dan program kerja yang telah direncanakan. Setiap departemen juga memiliki pekerjaan berbeda sesuai bidangnya.
Secara umum, tugas HIMA dapat meliputi:
- menyusun program kerja selama satu periode;
- menampung aspirasi mahasiswa;
- membuat kegiatan akademik dan nonakademik;
- menyampaikan informasi kepada mahasiswa;
- membantu pengembangan minat dan bakat;
- membangun komunikasi dengan program studi;
- menjalin kerja sama dengan organisasi lain;
- menjalankan kegiatan sosial;
- melakukan evaluasi program kerja;
- membuat laporan pertanggungjawaban.
Sebagai contoh, staf media mungkin bertugas mengelola Instagram organisasi, membuat desain, dan mendokumentasikan kegiatan. Sementara itu, bidang akademik dapat lebih sering mengurus seminar, diskusi, atau kegiatan yang berkaitan dengan bidang studi.
Apa Saja Contoh Program Kerja HIMA?
Program kerja HIMA biasanya cukup dekat dengan kebutuhan mahasiswa dalam satu jurusan. Kegiatannya tidak harus selalu besar, karena program sederhana yang tepat sasaran juga bisa memberikan manfaat.
1. Program Akademik
Kegiatan akademik biasanya disesuaikan dengan bidang studi mahasiswa. Tujuannya dapat berupa menambah pengetahuan, membantu perkuliahan, atau mengenalkan mahasiswa pada perkembangan di bidangnya.
Contoh programnya antara lain:
- seminar keilmuan;
- pelatihan perangkat lunak;
- diskusi akademik;
- mentoring mata kuliah;
- webinar bersama alumni;
- kompetisi akademik.
Misalnya, HIMA Sistem Informasi dapat membuat pelatihan dasar data analytics, desain UI/UX, atau pengembangan website. Topiknya bisa menyesuaikan kebutuhan dan minat mahasiswa.
2. Program Karier
HIMA juga bisa membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Program ini biasanya cukup menarik bagi mahasiswa semester akhir yang mulai mencari magang atau pekerjaan.
Contohnya adalah:
- pelatihan membuat CV;
- seminar karier;
- sharing session dengan alumni;
- simulasi wawancara;
- informasi magang;
- pelatihan LinkedIn.
Kegiatan tersebut dapat membantu mahasiswa mengenal peluang karier dari jurusan yang sedang ditempuh. Selain itu, mahasiswa juga bisa memperoleh gambaran tentang skill yang dibutuhkan perusahaan.
3. Program Minat dan Bakat
Tidak semua kegiatan HIMA harus berhubungan langsung dengan akademik. Organisasi juga dapat membuat program yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat.
Contohnya meliputi kompetisi olahraga, lomba desain, festival seni, turnamen e-sports, maupun kegiatan kreatif lainnya. Program seperti ini juga membantu membangun interaksi antarmahasiswa.
4. Program Sosial
Kegiatan sosial dapat menjadi bagian dari program kerja HIMA. Bentuknya bisa berupa penggalangan donasi, pengabdian masyarakat, kegiatan lingkungan, atau edukasi kepada masyarakat.
Selain memberikan pengalaman kepada mahasiswa, kegiatan ini juga membuka kesempatan untuk menerapkan pengetahuan di luar lingkungan kampus.
Apa Perbedaan HIMA dan BEM?
HIMA dan BEM sama-sama termasuk organisasi mahasiswa, tetapi ruang lingkupnya berbeda. HIMA biasanya berada pada tingkat program studi atau jurusan, sedangkan BEM umumnya berada pada tingkat fakultas atau universitas.
Secara sederhana:
- HIMA: berfokus pada mahasiswa di satu program studi atau jurusan.
- BEM Fakultas: mencakup mahasiswa dalam satu fakultas.
- BEM Universitas: mencakup mahasiswa dari berbagai fakultas dalam satu universitas.
Misalnya, mahasiswa Sistem Informasi dapat mengikuti HIMA Sistem Informasi untuk kegiatan di tingkat program studi. Mahasiswa yang sama juga berada dalam lingkup BEM fakultas maupun universitas sesuai struktur organisasi kampusnya.
Perbedaan ini membuat program kerja HIMA biasanya lebih spesifik terhadap kebutuhan jurusan. Sementara itu, BEM menangani kegiatan atau aspirasi dengan cakupan mahasiswa yang lebih luas.
Apa Perbedaan HIMA dan UKM?
Selain BEM, mahasiswa juga sering bingung membedakan HIMA dan Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM. Perbedaan utamanya terletak pada dasar keanggotaannya.
HIMA biasanya dibentuk berdasarkan program studi atau jurusan. Sementara itu, UKM lebih banyak dibentuk berdasarkan minat, bakat, atau bidang kegiatan tertentu.
Misalnya, mahasiswa Sistem Informasi dan Manajemen bisa sama-sama bergabung dalam UKM fotografi atau olahraga. Namun, keduanya biasanya memiliki HIMA yang berbeda karena berasal dari program studi berbeda.
Apa Manfaat Ikut HIMA?
Mengikuti HIMA dapat memberikan pengalaman di luar kegiatan perkuliahan. Manfaat yang diperoleh juga bergantung pada seberapa aktif kamu terlibat dalam program organisasi.
1. Menambah Relasi
HIMA dapat membantu kamu mengenal mahasiswa dari berbagai angkatan. Kamu juga berkesempatan bertemu alumni, dosen, atau mahasiswa dari organisasi lain melalui kegiatan tertentu.
Relasi tersebut bisa membantu ketika kamu membutuhkan informasi mengenai kuliah, kompetisi, magang, maupun kegiatan pengembangan diri. Namun, membangun relasi tetap perlu dilakukan secara natural, bukan hanya karena ingin mendapatkan keuntungan.
2. Melatih Kerja Sama Tim
Sebagian besar program kerja membutuhkan koordinasi banyak orang. Kamu akan belajar membagi tugas, mengikuti rapat, menyelesaikan pekerjaan, dan menghadapi perbedaan pendapat.
Situasi seperti ini cukup mirip dengan kerja tim di dunia profesional. Pengalaman organisasi bisa menjadi tempat awal untuk belajar bertanggung jawab terhadap pekerjaan bersama.
3. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Anggota HIMA sering berkomunikasi dengan teman satu tim, pengurus lain, mahasiswa, dosen, atau pihak eksternal. Semakin sering berlatih, kamu bisa menjadi lebih terbiasa menyampaikan pendapat dan menjelaskan sesuatu dengan jelas.
Kemampuan komunikasi juga penting saat mengikuti wawancara magang, presentasi, atau masuk dunia kerja. Karena itu, pengalaman organisasi bisa menjadi salah satu tempat untuk melatihnya.
4. Belajar Mengelola Program
Saat terlibat dalam sebuah acara, kamu tidak hanya datang sebagai peserta. Kamu bisa belajar menyusun konsep, membuat jadwal, mengatur anggaran, melakukan publikasi, sampai mengevaluasi kegiatan.
Proses tersebut melatih kemampuan project management secara sederhana. Kamu belajar bahwa sebuah acara membutuhkan perencanaan dan koordinasi dari awal sampai selesai.
5. Menambah Pengalaman untuk CV
Pengalaman HIMA bisa dicantumkan dalam CV jika relevan dengan posisi yang dilamar. Namun, sebaiknya kamu tidak hanya mencantumkan jabatan tanpa menjelaskan kontribusi.
Misalnya, daripada hanya menulis Staff Media HIMA, kamu bisa menjelaskan bahwa kamu mengelola publikasi program kerja, membuat konten media sosial, atau berkoordinasi dengan tim acara. Deskripsi seperti ini membuat pengalamanmu lebih mudah dipahami oleh perekrut.
Baca Juga: 10 Contoh CV Himpunan Mahasiswa untuk Seleksi Organisasi
Apakah Harus Ikut HIMA Saat Kuliah?
Ikut HIMA bukan kewajiban bagi setiap mahasiswa. Kamu tetap bisa mengembangkan diri melalui UKM, komunitas, lomba, magang, penelitian, freelance, proyek pribadi, atau kegiatan lain yang sesuai dengan tujuanmu.
Kalau kamu tertarik mengenal lebih banyak mahasiswa di jurusan, belajar organisasi, dan ikut mengembangkan kegiatan program studi, HIMA bisa menjadi pilihan yang cukup relevan. Namun, jangan merasa harus ikut hanya karena temanmu bergabung atau takut CV terlihat kosong.
Hal terpenting adalah memilih aktivitas yang benar-benar bisa kamu jalankan dengan baik. Lebih baik mengikuti satu kegiatan dengan kontribusi nyata daripada mengambil banyak organisasi tetapi tidak mempunyai waktu untuk menjalankan tanggung jawab.
Baca Juga: 15 Alasan Masuk Organisasi Himpunan Mahasiswa Selama Kuliah
Tips Sebelum Daftar HIMA
Sebelum mengikuti open recruitment, ada baiknya kamu memahami dulu seperti apa organisasi dan divisi yang ingin dipilih. Hal ini membantu agar kamu tidak hanya tertarik dengan nama jabatan, tetapi juga memahami pekerjaan yang akan dilakukan.
Beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan:
- Cari tahu program kerjanya. Lihat kegiatan HIMA pada periode sebelumnya.
- Pilih divisi sesuai minat. Jangan memilih hanya karena ikut teman.
- Perhatikan jadwal kuliah. Pastikan kegiatan organisasi masih bisa dikelola.
- Tentukan tujuan bergabung. Misalnya ingin belajar desain, komunikasi, atau kepemimpinan.
- Siap bekerja dalam tim. Organisasi berarti bekerja dengan banyak karakter orang.
- Jangan terlalu mengejar jabatan. Fokus pada kemampuan dan pengalaman yang bisa dipelajari.
- Berani mencoba. Kamu tidak perlu sudah ahli sebelum bergabung karena organisasi juga menjadi tempat belajar.
Kalau masih mahasiswa baru, posisi staf sudah cukup untuk mulai mengenal cara kerja organisasi. Dari sana, kamu bisa melihat apakah ingin melanjutkan ke tanggung jawab yang lebih besar pada periode berikutnya.
Kesimpulan:
HIMA adalah Himpunan Mahasiswa yang biasanya menjadi organisasi mahasiswa pada tingkat program studi atau jurusan. Organisasi ini dapat menjadi tempat untuk menyampaikan aspirasi, menjalankan program kerja, membangun relasi, sekaligus melatih berbagai kemampuan yang tidak selalu diperoleh melalui perkuliahan.
Menurut saya, ikut HIMA akan lebih bermanfaat kalau kamu mempunyai alasan dan tujuan yang jelas sejak awal. Tidak harus mengejar jabatan tinggi, karena pengalaman mengerjakan proyek, bekerja bersama tim, dan memberikan kontribusi nyata justru bisa menjadi bagian paling berharga dari kegiatan organisasi.




