Teori awal terbentuknya jagad raya lengkap

Jagat raya atau alam semesta (universe) adalah ruang dunia beserta segala isinya. Para ahli astronomi, yaitu orang yang ahli dalam ilmu perbintangan sering menyebut alam semesta sebagai kosmos. Sementara itu, ilmu yang mempelajari sejarah dan struktur alam semesta disebut kosmologi.

  •  Kelahiran Alam Semesta Teori yang paling terkenal tentang kelahiran alam semesta adalah teori ledakan besar atau dentuman besar (Big Bang Theory dan teori keadaan tetap (Steady State Theory). Kedua teori tersebut didasarkan atas hukum fisika dan teori pemuaian alam semesta yang dikemukakan oleh Edwin Hubble. Menurut Hubble, alam semesta memuai (mengembang) seperti gelembung gas panas yang secara tiba-tiba terlepas dalam ruang hampa
  1.  Teori Ledakan Besar atau Dentuman Besar (Big Bang Theory) 

Teori
ledakan besar dikemukakan oleh George Gamov, seorang ahli fisika
kelahiran Rusia. Menurut Gamov alam semesta lahir setelah adanya ledakan
besar yang sangat dahsyat. Gamov mengemukakan bahwa seluruh materi dan
tenaga yang terdapat di alam semesta pernah menyatu. Materi tersebut
saling berdesakan dalam temperatur dan mempunyai massa yang sangat
tinggi hingga terpadatkan. Alam semesta berasal dari hasil ledakan
dahsyat. Teori ini didukung oleh Stephen Hawking, seorang ahli teori
fisika.


2. Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory)

Beberapa ahli yang
mengemukakan teori ini antara lain Fred Hoyle, Herman Bondi, dan Thomas
Gold. Para ahli ini menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan
tidak berakhi tetapi dalam keadaan tetap Mereka beranggapan bahwa sega
atu yang terdapat di alam semesta ini tampaknya tetap. Mereka
berpendapat bahwa alam semesta selalu memuai dengan laju yang tetap.
Sementara itu materi baru secara terus-menerus tercipta sehingga dalam
ruang tertentu selalu ditemui jumlah materi yang sama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top