6 Tahun Berbagi Lewat Blog, Dan Sekarang Berbagi Lewat Bicara: Pengalaman Menjadi Narasumber BPMN

Masih ingat sih waktu dulu awal mulai membuat blog, yaitu ketika gue berada di kelas 1 MAN atau setara SMA. ada beberapa teman yang sering tanya ke gue. kok  kamu bisa ngeblog tahu dari mana? sebenarnya saya belajar ngeblog itu tidak sepenuhnya otodidak.
Pada awalnya kenapa saya bisa memulai membuat blog, itu karena berawal melihat kakak gue yang memulai membuat blog ya karena ada tugas dari sekolah ekstra Bimtek (Bimbingan Teknologi). nah selain itu juga ada guruku yang aktif berbagi konten artikel  tentang Kimia  yaitu Pak Susanto untuk halaman blognya bisa dikunjungi disini.
Terus waktu itu gue berpikir kok keren ya sepertinya bisa menulis terus bisa dipublikasikan di internet terus orang lain lihat karya atau tulisan kita. meskipun halaman blog ini selalu berpindah-pindah niche kadang tulisan berisi pendidikan, traveler kadang berisi mimpi – mimpi biasalah anak muda.
Sempet juga blog ini berganti-ganti domain,  lalu kemudian pada tahun 2020 agar saya lebih fokus ke blog saya mendaftarkan untuk domain .com alhasil saat ini nama domain menjadi irhanhisyam.com . Dengan Niche saya berfokus ke pendidikan Tujuan dari pembuatan blog ini sebenarnya agar  saya bisa sharing mengenai dunia perkuliahan, beasiswa dan pendaftaran kampus.

Perjalanan Selama 6 Tahun Ngeblog

Table of Contents

Perjalanan selama 6 tahun ngeblog bukan tanpa hambatan ya. saya sempat beberapa kali gak pernah update postingan karena biasanya gak ada ide buat konten apa, kurang motivasi dan waktu dulu belum tahu adanya komunitas blogger. 
Bahkan saya pernah vakum 1 tahun gak pernah buka dashboard blogger itu dikarenakan di satu sekolah tidak ada yang membuat blog sehingga mau sharing dengan siapa jadi susah dan waktu itu juga tidak tahu kalau ngeblog itu bukan cuma bisa menghasilkan uang tetapi juga bisa mendapatkan  jejaring sosial yang luas.
Komunitas Blogger menurut adalah suatu hal yang penting karena kita bisa saling memotivasi antar anggota. kadang kalau aku tidak tahu suatu bidang misalnya teknik riset keyword saya bisa bertanya di grup lalu banyak sekali yang memberikan saran untuk cara riset keyword yang benar. 
selain menambah pertemanan di komunitas kadang ada yang menawarkan job seperti content writer, content placement dan masih banyak lagi. salah satu komunitas blogger yang bisa kamu ikuti adalah Gandjel Rel (GR).

Untuk bisa bergabung ke komunitas Gandjel Rel persyaratan nya memiliki blog pribadi, minimal sudah ada satu postingan. blog bisa berbayar dan gratis untuk gabung bisa melalui grup facebook Gandjel Rel. oh ya komunitas Ganjel Rel khusus untuk perempuan ya.

Prestasi dan Tantangan yang dialami selama ngeblog

Saya mulai serius menekuni di blog ketika setelah lulus MAN waktu itu saya mengambil gap year. gap. gap year artinya mengambil jeda untuk beristirahat dari pendidikan formal. saya mempelajari blog dari awal lagi mulai dari bagaimana cara meriset keyword, cara untuk monetisasi blog, cara membuat konten berkualitas, dan cara bisa halaman blog tampil di halaman satu google. 
Perlu konsistensi belajar yang intens selain itu saya juga masih belajar untuk persiapan sbmptn tahun depannya. jadi management waktu gap year harus diperhitungkan agar waktu yang ada tidak terbuang secara percuma. 
Hasil tersebut terbayarkan ketika mendapatkan surat dari google adsense. Surat tersebut berisi kode verifikasi yang selanjutnya harus dimasukkan melalui akun google adsense. proses datang surat tersebut memakan waktu yang cukup lama sekitar 3 bulan baru bisa mendapat surat tersebut. 
Selang beberapa Bulan setelah itu saya mencoba mengikuti kompetisi menulis blog pertama kali. Puji syukur saya mendapat peringkat 6. yap meskipun bukan pertama tapi setidaknya saya tahu kualitas tulisannya. dari sana saya mulai memperbaiki tulisan dari ejaan, tanda baca, sudut pandang, dan bagaimana membuat tulisan yang bener bener membuat juri terkesan.

Menjadi Publik Speaker Bukan Hal yang Mustahil

pertanyaan – pertanyaan yang terkadang sering saya ajukan kepada diri sendiri. kira – kira apakah saya bisa ya menjadi seorang public speaking, bagaimana ya respons audiens jika menerima pembicaraan saya. mungkin pertanyaan ini juga pernah kamu lontarkan ke diri kamu. 
Public speaking adalah bagian seni dari proses penyampaian pembicaraan didepan publik dan seni ilmu komunikasi lisan secara efektif yang melibatkan pendengar (audience). 
Pengalaman saya menjadi seorang narasumber workshop tentang BPMN mungkin bisa memberikan gambaran dan penjelasan. disaat itu saya masih semester 3 dan audience rata – rata sudah semester 5, 7 bahkan ada juga dosen yang menyimak tentu kalau kita hanya berpikir bagaimana ya respon audience. saya tidak akan bisa perform secara all out atau keseluruhan.

Menjadi Mentor BPMN

Kok bisa saya jadi mentor BPMN? BPMN atau Business Process Modeling Notation (BPMN) Adalah notasi grafis yang menggambarkan logika dari langkah-langkah dalam proses bisnis. awalnya kenapa kok saya bisa jadi mentor. 
Jadi biasanya dosen di kampus ku undiksha, setiap tugas di mata kuliah analisa proses bisnis harus di upload di youtube. kebetulan ada orang yang melihat channel aku merasa konten tugas yang aku buat bermanfaat. jadi dia kontak lewat instagram dan menanyakan apakah aku bisa menjadi mentor.
 awalnya sempat ragu jadi mentor soalnya saya masih semester 3 dan yang saya mentoring sudah semester 7. setelah menunggu lama (proses pergulatan batin) akhirnya aku mengiyakan permintaannya karena menurutku ini mungkin cara saya bisa berbagi ilmu perkuliahan. 
Berikut screenshot yang aku ambil ketika proses mentoring:
Proses saat mentoring BPMN

Sebelum melakukan mentoring tentu saja ada sebuah seperti pergulatan batin contohnya kayak pertanyaan – pertanyaan : bisa gak ya aku jelasin materi ini? , kalau aku nanti dianggap gak kompeten gimana? dan yang paling sering pertanyaan kalau nanti jelasinnya salah gimana ya?

Diundang Menjadi Narasumber Workshop BPMN

Setelah proses mentoring tersebut selang 1 bulan. saya diundang untuk menjadi pengisi acara workshop untuk IT Governance, setelah saya mendapat pesan dari whatsapp baru 1 hari setelahnya baru saya balas. kenapa lama saya balas karena di dalam batin saya ada pertanyaan misalnya bisa gak ya.
Sama dengan proses mentoring akhirnya saya mengiyakan tawaran tersebut karena ini bisa jadi momentum bagi saya untuk bisa sharing pengetahuan di perkuliahan dan tentu ini sejalan dengan visi blog  saya sebelumnya untuk bisa melakukan sharing di dunia perkuliahan, beasiswa dan pendaftaran kampus.
Akhirnya Workshop tersebut dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2023, saya kebagian sesi ke dua untuk membicarakan BPMN Abstraction dan BPMN Simulation Selain itu saya juga mempraktekkan dan menjelaskan simulasi BPMN dengan studi kasus Pasien tanggap darurat.
Acara Workshop IT Governance tentang Simulasi Proses Bisnis
Diatas adalah hasil screenshot saat proses menjelaskan Business Process Modeling and Notation (BPMN) pastinya sebelum kegiatan dimulai saya sudah melakukan persiapan kurang lebih 3 minggu untuk proses pembuatan modul dan mematangkan materi yang saya bawakan. 
Sebelum hari H , bener – bener  seperti tidak bisa tidur bahkan saya belajar sampai larut malam agar performa yang lebih allout dan saat proses workshop dilaksanakan 4 Februari 2023 alhamdulilah tidak ada hambatan yang terjadi, mungkin ada saat proses menjelaskan dan mempraktekan BPMN software saya sempat force close. 
Tetapi hal itu sudah saya minimalisir sejak awal karena saya sudah save file, sehingga apabila aplikasi crash saya masih punya file untuk bisa saya lanjutkan. kunci publik speaker sukses terletak pada preparasi dan persiapan.

Refleksi setelah menjadi narasumber

Setelah melakukan kegiatan workshop pentingnya bagi kita untuk melakukan refleksi. hal ini sangat penting karena akan membantu memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan presentasi di masa depan nanti.
terdapat empat cara yang biasa aku lakukan untuk bisa melakukan refleksi setelah menjadi narasumber di suatu acara baik itu webinar, workshop atau yang lain, berikut adalah beberapa caranya antara lain:
  • Evaluasi Presentasi
Melakukan evaluasi presentasi berarti kita melibatkan penilaian terhadap presentasi yang telah kita lakukan. contohnya kamu bisa mengevaluasi dengan mengajukan pertanyaan kepada diri anda sendiri.
Misalnya:
a. Apakah tujuan presentasi sudah tercapai ke audience?
b. Apakah konten jelas dan tidak membuat bingung audience?
c. Apakah penggunaan multimedia seperti video atau slide presentasi ada yang mengganggu?
Kamu bisa menambahkan atau mengedit sesuai dengan kebutuhan. ketika kamu bisa menjawab hal tersebut tentu diharapkan pada presentasi selanjutnya akan lebih matang dan tidak mengulangi kesalahan yang sama saat presentasi.
  • Berbicara dengan Audience
Jika masih bingung ketika melakukan evaluasi secara mandiri kamu bisa menggunakan cara yang kedua ini , yaitu: berbicara dengan audiens untuk memahami apakah presentasi bisa bekerja dan tidak bekerja. 
kamu bisa meminta umpan balik atau feedback dengan membuka sebuah survei singkat contohnya dengan menggunakan google form untuk mengetahui penilaiannya.
  • Berkonsultasi dengan Mentor atau rekan Tim
Selain itu juga kamu bisa melakukan konsultasi dengan mentor dan ahli public speaking untuk membantu kamu untuk memperbaiki keterampilan public speaking dan memastikan untuk memperbaiki presentasi kamu.
  • Menulis catatan
Agar mengingat lebih mudah bisa dilakukan dengan mencatat catatan. dengan begitu kita akan lebih mengingat untuk hal – hal yang perlu diterapkan dan ditingkatkan untuk presentasi berikutnya. ini juga bisa menjadi sumber referensi untuk presentasi yang akan datang.

Satu Wadah Menulis dan Berbicara

Menulis dan berbicara dalam hal public speaking merupakan dua kemampuan yang berbeda. meskipun kedua hal tersebut digunakan untuk menyampaikan informasi, mereka memiliki perbedaan utama.
Menulis merupakan bentuk komunikasi yang memerlukan bahasa yang jelas dan tepat, dan memerlukan waktu dan konsentrasi untuk memastikan bahwa pesan tersebut diterima dengan benar. 
Kelebihan dari menulis adalah dapat mencerdaskan. setiap menulis untaian kata – demi kata kita seperti memaksa otak kita untuk mengeluarkan ide – ide cemerlang, gagasan – gagasan yang sekiranya dapat dibaca oleh orang lain. kekurangan dalam menulis bisa dalam masalah waktu terkadang hal yang tersulit bagi penulis ada menentukan kalimat awal dalam sebuah buku, artikel, dsb.
disisi lain, public speaking adalah bentuk komunikasi yang berlangsung secara real-time dan memerlukan interaksi dengan audiens. ini membutuhkan kemampuan berbicara dengan jelas dan mengatur emosi dan nonverbal untuk memastikan bahwa pesan tersebut diterima dengan benar.
Kelebihan dari public speaking  adalah dapat melatih rasa percaya diri kita. ketika kita diharuskan berbicara didepan umum sudah pasti kita akan mempunyai rasa percaya diri. rasa percaya diri mau tak mau harus dimunculkan ketika berinteraksi dengan orang lain. 
Sama dengan menulis, ternyata menjadi public speaking juga terdapat kekurangan dan kebanyakan kekurangan itu terjadi sebelum public speaking itu terjadi. misalnya saat saya melakukan workshop bpmn saya terlihat khawatir yaitu perasaan merasa gugup dan takut berbicara. tetapi saya berhasil menaklukan rasa khawatir dengan fokus ke persiapan dan preparasi.

Menemukan keseimbangan antara menulis dan berbicara

Lalu pada era 2023 saat ini lebih baik mana Menulis atau berbicara?
Bagi saya pada era 2023, baik menulis maupun berbicara masih sangat penting dan memiliki manfaat masing-masing. tentu saja kedua keterampilan ini saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain, sehingga apabila kita menguasai kedua bidang ini bisa menjadi komunikator dan public speaker yang lebih professional.
Menulis dapat membantu saat proses pembuatan script saat melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan public speaker. selain itu juga manfaat lain menulis sebelum public speaker kita akan memungkinkan mempersiapkan dengan baik dan jelas apa yang kita sampaikan nanti.
Sementara itu, public speaking akan membantu dalam menyampaikan pesan dengan cara interaktif dan menghibur serta memungkinkan untuk membuat koneksi emosional dengan audiens dan membuat memperkuat kredibilitas dan kepercayaan diri
Ada beberapa tips yang bisa kita coba untuk bisa mengembangkan dan menemukan keseimbangan antara menulis dan membaca yaitu:
  1. Mulai mengenali kelebihan dan kekurangan bidang menulis dan berbicara
  2. Melatih kemampuan menulis dan berbicara
  3. belajar dari contoh-contoh yang sudah tersedia
  4. memanfaatkan teknologi untuk membantu menulis dan public speaker
  5. Berlatih, berlatih dan berlatih 

Kesimpulan

Dan pada akhirnya skill menulis dan berbicara di depan umum adalah skill yang saling menguatkan dan melengkapi satu sama lain. kemampuan menulis akan membantu kita dalam menyusun kata – kata dan kalimat yang jelas dan kemampuan berbicara akan melatih kita untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pesan. agar lebih interaktif dan membuat koneksi emosional dengan audiens.
Serta apabila kita dalam proses belajar menulis dan public speaker kita jangan terlalu membandingkan progres kita dengan orang lain. biasanya hal ini malah membuat diri kita jadi minder dan gak mulai – mulai istilahnya insecure.
Tetap ketahui kelebihan dan kekurangan diri kita. dengan mengetahui kelebihan kita, kita dapat memanfaatkan sebaik mungkin dan memfokuskan usaha kita pada hal – hal yang kita lakukan dengan baik.
dengan mengetahui kekurangan diri. kita akan memfokuskan usaha untuk mengatasi dan meningkatkan kemampuan di area yang lemah. dengan begitu kita akan menjadi manusia pembelajar.
Menjadi manusia pembelajar berarti kita berkomitmen kepada diri sendiri untuk terus belajar dan berkembang sepanjang hidup. termasuk juga mencari dan mengambil peluang untuk mempelajari skill – skill baru, mengejar pengetahuan dan mencari pengalaman yang memiliki nilai positif.
SALAM SEMANGAT

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top